3 November 2026
Keunggulan Drone Pertanian FERTO Buatan Indonesia dengan Standar SNI

Keunggulan drone pertanian FERTO buatan Indonesia dengan standar SNI merupakan salah satu inovasi teknologi UAV yang dikembangkan Full Drone Solutions (FDS) untuk mendukung modernisasi sektor pertanian. Melalui FERTO Series, FDS menghadirkan drone sprayer dengan berbagai pilihan kapasitas yang dirancang untuk membantu kegiatan penyemprotan pupuk cair dan pestisida pada lahan pertanian maupun perkebunan.
Perkembangan teknologi pertanian mendorong kebutuhan terhadap metode kerja yang lebih efisien dan terukur. Salah satu teknologi yang mulai banyak dimanfaatkan adalah drone pertanian atau agricultural spraying drone.
Penggunaan drone memungkinkan kegiatan penyemprotan dilakukan melalui sistem terbang yang direncanakan, sehingga operator tidak harus selalu berjalan langsung di seluruh area lahan. Teknologi ini juga dapat membantu pekerjaan pada lokasi yang memiliki akses terbatas atau kondisi medan yang menantang.
Namun, dalam memilih drone pertanian, kapasitas tangki dan fitur penerbangan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Standar mutu, proses pengujian, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknis juga menjadi faktor penting.
Melalui FERTO Series, Full Drone Solutions menghadirkan produk drone pertanian yang dikembangkan di Indonesia dengan mengacu pada standar nasional untuk drone pertanian penyemprotan, yaitu SNI 9199:2023.
Mengenal Drone Pertanian FERTO Buatan Indonesia
FERTO merupakan lini produk drone pertanian dari Full Drone Solutions yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan penyemprotan di sektor agrikultur.
Sebagai produk yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi UAV Indonesia, FERTO dirancang untuk menghadapi berbagai kebutuhan operasional pertanian, mulai dari lahan pertanian skala kecil hingga perkebunan dengan cakupan area yang lebih luas.
FERTO Series tersedia dalam beberapa pilihan kapasitas, yaitu:
| Produk | Kapasitas Tangki |
|---|---|
| FERTO 5 | 5 Liter |
| FERTO 10 | 10 Liter |
| FERTO 15 | 17 Liter |
| FERTO 22 | 22 Liter |
| FERTO 30 | 30 Liter |
| FERTO 50 | 50 Liter |
Setiap varian memiliki karakteristik dan kapasitas yang berbeda. Pemilihan model dapat disesuaikan dengan luas lahan, kebutuhan penyemprotan, jenis tanaman, kondisi medan, serta kemampuan operasional pengguna.
Dengan pilihan tersebut, FERTO dapat menjadi alternatif teknologi penyemprotan bagi petani, kelompok tani, penyedia jasa penyemprotan, perusahaan perkebunan, hingga pelaku agribisnis.
Apa Itu SNI 9199:2023 untuk Drone Pertanian?
SNI 9199:2023 merupakan Standar Nasional Indonesia yang berjudul Pesawat Udara Nirawak (Drone) Pertanian – Penyemprotan – Syarat Mutu dan Metode Uji.
Standar ini ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) pada 18 Desember 2023 dan berstatus berlaku.
SNI 9199:2023 menjadi acuan persyaratan mutu dan metode pengujian untuk drone pertanian yang digunakan dalam kegiatan penyemprotan.
Keberadaan standar ini penting karena drone pertanian merupakan peralatan kerja yang menggabungkan beberapa sistem, seperti struktur rangka, motor penggerak, sistem propulsi, perangkat penyemprotan, sistem kendali, dan komponen elektronik.
Dengan adanya standar nasional, proses pengujian dan penilaian mutu produk memiliki acuan yang lebih terstruktur.
Pada lini produk FERTO, FDS menyatakan bahwa produknya telah lulus uji Test Report SNI 9199:2023. Informasi ini dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi calon pengguna yang memperhatikan aspek standardisasi dalam memilih drone pertanian.
Informasi standar dapat diperiksa melalui Badan Standardisasi Nasional – SNI 9199:2023.
Keunggulan Drone Pertanian FERTO Buatan Indonesia
1. Dikembangkan oleh Produsen Drone Indonesia
Salah satu keunggulan FERTO adalah pengembangannya dilakukan oleh Full Drone Solutions melalui PT Karya Solusi Angkasa yang berbasis di Yogyakarta.
Pengembangan produk dalam negeri memberikan ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan desain, konfigurasi, dan pengembangan teknologi dengan kebutuhan pengguna di Indonesia.
Karakteristik lahan pertanian Indonesia cukup beragam. Penggunaan drone di area persawahan, perkebunan, lahan berbukit, hingga wilayah dengan akses terbatas membutuhkan pertimbangan teknis yang berbeda.
Dengan pengembangan lokal, kebutuhan pengguna dapat menjadi masukan dalam proses pengembangan produk dan layanan.
FDS menyatakan FERTO Series telah lulus uji Test Report SNI 9199:2023.
Standar ini secara khusus membahas persyaratan mutu dan metode uji drone pertanian untuk penyemprotan.
Bagi calon pengguna, informasi mengenai pengujian berdasarkan standar nasional dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi kualitas produk.
Standardisasi juga menjadi bagian penting dalam mendorong perkembangan industri drone pertanian nasional agar tidak hanya berorientasi pada kapasitas dan fitur, tetapi juga memperhatikan persyaratan mutu produk.
3. Pilihan Kapasitas Tangki dari 5 hingga 50 Liter
Kebutuhan penyemprotan setiap pengguna tidak selalu sama. Petani dengan lahan terbatas mungkin membutuhkan drone berukuran lebih ringkas, sedangkan perusahaan perkebunan membutuhkan kapasitas tangki yang lebih besar untuk mendukung operasional area luas.
FERTO menyediakan pilihan kapasitas tangki mulai dari 5 liter hingga 50 liter.
Beberapa pilihan produknya meliputi:
- FERTO 5: kapasitas 5 liter untuk kebutuhan operasional yang mengutamakan mobilitas.
- FERTO 10: kapasitas 10 liter untuk kebutuhan penyemprotan pertanian.
- FERTO 15: kapasitas 17 liter untuk kebutuhan operasional dengan muatan lebih besar.
- FERTO 22: kapasitas 22 liter untuk mendukung penyemprotan pada area yang lebih luas.
- FERTO 30: kapasitas 30 liter untuk kebutuhan penyemprotan dengan kapasitas tangki besar.
- FERTO 50: kapasitas 50 liter untuk kebutuhan operasional agrikultur skala besar.
Pilihan kapasitas tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam menentukan produk berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan kondisi lapangan.
4. Mendukung Penyemprotan Pupuk Cair dan Pestisida
FERTO dikembangkan sebagai drone sprayer untuk mendukung kegiatan aplikasi pupuk cair dan pestisida pada tanaman.
Dengan sistem penyemprotan berbasis UAV, operator dapat mengatur jalur penerbangan dan pelaksanaan misi berdasarkan area yang akan dikerjakan.
Penggunaan drone dapat membantu mengurangi kebutuhan operator untuk berjalan langsung di seluruh area penyemprotan. Pada kondisi tertentu, metode ini juga dapat membantu mengurangi kontak langsung operator dengan area tanaman yang sedang diaplikasikan bahan pertanian.
Meskipun demikian, pemilihan dosis, jenis bahan, ukuran droplet, dan pengaturan penyemprotan harus mengikuti rekomendasi penggunaan bahan serta kondisi tanaman.
5. Mendukung Operasional pada Berbagai Kondisi Lahan
Kondisi geografis lahan pertanian di Indonesia sangat beragam. Tidak semua area memiliki permukaan datar dan akses yang mudah.
Beberapa lahan memiliki kontur berbukit, terasering, atau berada di wilayah perkebunan yang luas.
Teknologi drone dapat membantu kegiatan penyemprotan pada kondisi lahan tertentu tanpa mengharuskan operator berjalan melewati seluruh area tanaman.
Pada lini FERTO, fitur seperti Terrain Following tersedia pada konfigurasi produk tertentu untuk membantu penyesuaian ketinggian terbang terhadap perubahan permukaan lahan.
Pemilihan model dan konfigurasi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi medan, hambatan di sekitar area, serta kebutuhan keselamatan penerbangan.
6. Sistem Kendali FDS STATION
Selain perangkat keras, sistem kendali merupakan bagian penting dalam pengoperasian drone pertanian.
FERTO menggunakan FDS STATION sebagai Ground Control Station (GCS) untuk mendukung pengendalian dan pemantauan misi penerbangan.
Sistem ini dikembangkan untuk membantu operator dalam mengelola kegiatan operasional drone pertanian.
Dukungan perangkat lunak yang dikembangkan oleh FDS juga menjadi bagian dari ekosistem teknologi yang ditawarkan, sehingga produk tidak hanya berfokus pada wahana terbang, tetapi juga sistem pendukung pengoperasiannya.
7. Dukungan Purna Jual dan Suku Cadang Lokal
Dalam penggunaan drone pertanian, layanan purna jual merupakan aspek yang perlu diperhatikan.
Drone digunakan sebagai perangkat operasional yang membutuhkan perawatan berkala, pemeriksaan komponen, dan penanganan teknis apabila terjadi kendala.
Sebagai produsen yang berbasis di Indonesia, FDS menyediakan dukungan teknis dan layanan purna jual untuk pengguna produknya.
Keberadaan dukungan lokal dapat membantu pengguna dalam berkonsultasi mengenai pengoperasian, perawatan, kebutuhan suku cadang, dan penanganan teknis.
FERTO Series untuk Berbagai Kebutuhan Pertanian
Setiap varian FERTO memiliki kapasitas tangki yang berbeda sehingga pengguna dapat memilih produk sesuai skala operasional.
FERTO 5 – Drone Pertanian 5 Liter
FERTO 5 merupakan varian dengan kapasitas tangki 5 liter. Kapasitasnya dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan operasional yang mengutamakan mobilitas, termasuk pada area pertanian dengan akses terbatas.
Pelajari produk Drone Pertanian FERTO 5.
FERTO 10 – Drone Pertanian 10 Liter
FERTO 10 memiliki kapasitas tangki 10 liter dan dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan petani, kelompok tani, maupun penyedia jasa penyemprotan.
Pelajari produk Drone Pertanian FERTO 10.
FERTO 15 – Drone Pertanian 17 Liter
FERTO 15 memiliki kapasitas tangki 17 liter untuk mendukung kebutuhan penyemprotan dengan muatan lebih besar.
FERTO 22 – Drone Pertanian 22 Liter
FERTO 22 menawarkan kapasitas tangki 22 liter yang dapat dipertimbangkan untuk kegiatan penyemprotan pada area pertanian dan perkebunan.
FERTO 30 – Drone Pertanian 30 Liter
FERTO 30 memiliki kapasitas tangki 30 liter untuk mendukung kebutuhan operasional penyemprotan dengan kapasitas muatan besar.
FERTO 50 – Drone Pertanian 50 Liter
FERTO 50 merupakan varian dengan kapasitas tangki terbesar dalam lini FERTO. Produk ini ditujukan untuk kebutuhan operasional agrikultur dengan kebutuhan muatan yang lebih besar.
Informasi lengkap mengenai lini produk dapat dilihat pada halaman Drone Sprayer Pertanian FDS FERTO Series.
Mengapa Standar dan Asal Produk Penting dalam Memilih Drone Pertanian?
Memilih drone pertanian tidak cukup hanya dengan membandingkan kapasitas tangki atau harga produk.
Pengguna juga perlu memperhatikan beberapa aspek berikut:
- Standar mutu: periksa standar yang menjadi acuan produk dan dokumen hasil pengujiannya.
- Kesesuaian kebutuhan: pilih kapasitas tangki berdasarkan luas lahan dan kebutuhan aplikasi.
- Sistem penyemprotan: perhatikan konfigurasi pompa, nozzle, dan pengaturan debit.
- Sistem navigasi: pertimbangkan fitur penerbangan dan pengendalian yang tersedia.
- Layanan purna jual: pastikan terdapat dukungan teknis dan ketersediaan suku cadang.
- Pelatihan operator: pastikan operator memahami prosedur penerbangan, penyemprotan, dan keselamatan kerja.
Aspek-aspek tersebut membantu pengguna mengevaluasi drone berdasarkan kebutuhan operasional, bukan hanya melihat spesifikasi di atas kertas.
Full Drone Solutions: Mengembangkan Teknologi Drone Pertanian Indonesia
Full Drone Solutions merupakan perusahaan pengembang dan manufaktur teknologi UAV yang berbasis di Yogyakarta.
Melalui lini produk FERTO, FDS menghadirkan solusi drone pertanian untuk mendukung kegiatan penyemprotan di sektor agrikultur Indonesia.
Pengembangan produk lokal, pengujian berdasarkan standar nasional, pilihan kapasitas yang beragam, serta dukungan perangkat lunak dan layanan teknis menjadi bagian dari upaya FDS dalam mengembangkan ekosistem drone pertanian nasional.
Dengan adanya teknologi UAV yang terus berkembang, penggunaan drone di sektor pertanian diharapkan dapat menjadi salah satu pendukung modernisasi metode kerja dan pengelolaan lahan.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk, spesifikasi, dan pilihan kapasitas FERTO, kunjungi website resmi Full Drone Solutions.
Kesimpulan
Drone Pertanian FERTO buatan Indonesia dengan standar SNI merupakan bagian dari pengembangan teknologi UAV lokal untuk mendukung kebutuhan penyemprotan di sektor pertanian.
Dengan pilihan kapasitas tangki mulai dari 5 hingga 50 liter, sistem kendali FDS STATION, serta dukungan pengembangan dan layanan teknis lokal, FERTO menawarkan beberapa pilihan konfigurasi untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan.
FDS juga menyatakan FERTO Series telah lulus uji Test Report SNI 9199:2023, yaitu standar nasional yang mengatur syarat mutu dan metode uji drone pertanian untuk penyemprotan.
Melalui pengembangan produk dalam negeri dan penerapan acuan standardisasi, Full Drone Solutions turut mengambil bagian dalam mendorong pemanfaatan teknologi drone untuk mendukung pertanian Indonesia.
Komentar & Tanggapan
0Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda!